Cara shalat yang baik dan benar

cara shalat yang baik dan benar

Cara shalat yang baik dan benar

Shalat adalah tiang agama, oleh karena itu sebagai orang muslim tegakanlah shalat sebelum yang lainnya. Maka dari itu ane akan membahas bagaimana cara shalat yang baik dan benar supaya ente tidak salah dalam melaksanakannya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyesuaikan waktu. Jika akan melaksanakan shalat fardhu, maka sesuaikan dengan waktu diwilayah ente masing – masing. Sedangkan jika ingin melaksanakan shalat sunnah, maka janganlah melaksanakannya diwaktu yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk shalat atau mengubur mayat pada waktu-waktu tersebut, yaitu ketika matahari terbit hingga dia meninggi, ketika bayangan seseorang tampak tegak lurus saat dia berdiri dia bawah sinar matahari hingga condongnya matahari, ketika pancaran sinar matahari semakin berkurang saat hendak terbenam hingga waktu terbenamnya.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Hal kedua yang harus dilakukan adalah mempersiapkan tempat dan pakaian. Pada dasarnya seluruh bagian permukaan bumi dapat dijadikan tempat shalat, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diberi keutamaan atas para nabi dengan enam hal: aku diberi jawaami’il kalim (kalimat ringkas namun padat makna ––ane edit dikit), aku ditolong pada peperangan (dengan rasa takut pada dada musuhku), harta rampasan perang dihalalkan bagiku, bagiku bumi dijadikan untuk bersuci (tayamum) dan sebagai masjid (tempat untuk shalat –pen), aku diutus kepada seluruh makhluk, dan aku menjadi penutup para nabi.” (Hadits shahih, riwayat Muslim), akan tetapi ada diantara tempat tersebut yang tidak boleh dijadikan sebagai tempat melaksanakan shalat yaitu tempat – tempat setan seperti kuburan, kamar mandi dan kandang unta.

Hal ketiga yang harus dilakukan adalah berniat. Berniatlah bahwa ente melakukan shalat hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk mendapatkan ridho-NYA. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan untuk melafalkan / membacakan / mengeraskan bacaan niat. Oleh karena itu, jika kita ingin berniat lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, cukup dalam hati saja.

Hal keempat yaitu rukun shalat. Rukun dalam shalat yaitu:

  • Rukun pertama: Berdiri bagi yang mampu
  • Rukun kedua: Takbiratul ihram
  • Rukun ketiga: Membaca Al Fatihah di Setiap Raka’at
  • Rukun keempat dan kelima: Ruku’ dan thuma’ninah
  • Rukun keenam dan ketujuh: I’tidal setelah ruku’ dan thuma’ninah
  • Rukun kedelapan dan kesembilan: Sujud dan thuma’ninah
  • Rukun kesepuluh dan kesebelas: Duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah
  • Rukun keduabelas dan ketigabelas: Tasyahud akhir dan duduk tasyahud

Sebagai catatan penting, terdapat rukun yang namanya thuma’ninah. Apa itu thuma’ninah? Thuma’ninah adalah kondisi kemantapan jiwa tanpa merasakan kebimbangan, keragu-raguan, kegelisahan, dan kepanikan. Singkat kata thuma’ninah adalah tenang dan tidak tergesa – gesa.

Hal kelima adalah gerakan shalat. Pada dasarnya gerakan dalam shalat sama, akan jadi berbeda jika dilakukan dalam keadaan tertentu, seperti sedang sakit (tidak bisa berdiri atau duduk) atau melaksanakan qunut. Para artikel cara shalat yang baik dan benar ini ane akan membahas gerakannya secara general / umum.

  • Menjelang Takbiratul ihram posisi berdiri tegak menghadap kiblat, tangan disamping kiri dan kanan, posisi kepala dan mata menghadap tempat sujud.
  • Takbiratul ihram. Pada saat Takbiratul ihram posisi teratas (jari) boleh setinggi telinga atau setinggi dada.
  • Setelah Takbiratul ihram posisi tangan bersedekap diatas ulu hati atau di dada.
  • Kemudian ketika ruku’, posisi tangan (telapak tangan dan jari) berada tepat dilutut, dan posisi mulai dari badan, leher dan kepala lurus sehingga wajah tepat mengarah tempat sujud. Perhatikan gambar berikut:rukuk
  • Lalu posisi I’tidal. Posisi ini boleh seperti posisi menjelang Takbiratul ihram atau seperti posisi setelah Takbiratul ihram (bersedekap).
  • Selanjutnya adalah posisi sujud. Pada saat melakukannya terdapat 2 perbedaan dikalangan ulama, yaitu lutut atau telapak tangan yang terlebih dahulu menyentuh alas / sajadah / tanah. Kalau ane pribadi, lebih memilih untuk mendahulukan telapak tangan daripada lutut[1]. Sedangkan posisi sujudnya adalah paha tegak lurusposisi badan, leher dan kepala lurus. Sedangkan posisi lengan (siku sampai pergelangan tangan) diangkat jangan menempel pada alas. Lalu yang tidak kalah pentingnya adalah seluruh jari kaki ditekuk menghadap kiblat dan posisi jari tangan dirapatkan, menempel pada alas dan lurus menghadap kiblat (boleh sejajar dengan bahu atau sejajar dengan daun telinga).sujud
  • Kemudian posisi duduk diantara dua sujud dan tahiyat awal. Hmmm… agak susah menjelaskannya dengan kata – kata. Langsung liat gambar aja yah.dudukSebagai catatan penting bahwa jari kaki kanan ditekuk dan menghadap kiblat. Terjadi banyak kesalahan pada posisi ini, diantaranya adalah dengan menyilangkan kaki.
  • Terakhir posisi tahiyat akhir. Posisi ini juga sulit untuk dijelaskan dengan kata – kata, jadi langsung lihat gambar aja.tahiyat akhir

Nah selesai sudah artikel cara shalat yang baik dan benar. Mudah – mudahan artikel ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Jika ada pertanyaan atau saran silahkan mengisi komentar dibawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *